Dulu, Cuma aku wanita idaman mu, kau selalu ajari aku, ingatkan aku agar cinta dan setia padamu.
Dulu, kau perkenalkan padaku tentang kesetiaan, seperti Lebah yang setia pada pasangannya.
Dulu, aku selalu menjadi yang nomor satu dalam hidupmu, dan aku selalu di utamakan.
Dulu, kau pernah bilang, akan menjadikan ku Hal terindah dalam hidupmu dan bukan menjadi kenangan yang terlupakan.
Dulu, kau pernah bilang bahwa akulah belahan jiwamu, kekasih hatimu.
Dulu, kau pernah bilang bahwa melupakanku adalah hal tersulit bagimu, tapi kau bohong.
Dulu, kau pernah berjanji selamanya mencintai ku seorang, tapi kau bohong.
Dulu, aku tidak Mencintaimu tapi kebersamaan kita membuatku sadar bahwa kaulah cinta pertamaku.
Tapi itu DULU, semua berubah ketika cintamu tak lagi untukku, Hatimu tak lagi untukku, kau usir aku dari hatimu, aku tak lagi berarti buatmu.
Mengapa? Mengapa cinta mu tak kuat kasih? mengapa kau mudah melupakan semua tentang ku?
Kata-katamu begitu manis, dan bodohnya aku begitu mudah mempercayainya.
Kasih, kau ajak aku bermimpi tentang indahnya masa depan.
Kau berikan aku rayuan kata-kata dan janji-janji manismu, hingga aku terjebak dalam permainan cintamu.
Tapi kini, semua janji mu tak lagi berarti, aku telah hilang dari hatimu.
Kasih, terlalu dalam cinta ini untukmu, kau masuk begitu dalam ke kehidupan ku, hingga ku tak rela melepasmu begitu saja, aku tak mampu melupakan semua kebersamaan kita.
Walaupun kau sering menyakitiku, Perasaan cinta ini tak pernah berkurang sedikitpun, ia seakan tak mampu beranjak pergi dari hatiku.
Kau tau kasih? Aku tersiksa dengan keadaan ini, cinta sepihak ini membuatku tersiksa, sakit, perihh..
Kasih, aku begitu mencintaimu, menyayangimu setulus hatiku. Aku tak ingin kau pergi, aku tak ingin kehilangan mu, tak ada lagi kata yang mampu ku katakan selain “aku mencintaimu “.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar